The Rhetoric of a Korean DreamOccultism In the beginning was the Word (2017)Kalatidha Towards Capitalism (2017)Madyapada Keabadian (2017)Mother “Candrarini of Durer” (2017)The Endless Knot (2017)The Journey of Panji (Singapore Biennale 2016)Centhini of Durer (2016)Teosofi Old Master Series (2016)

Drawing Pen, Acrylic on Canvas | 150 x 150 cm | 2017 Sebelum Semenanjung Korea dianeksasi oleh Jepang pada tahun 1910, wilayah tersebut dikuasai oleh serangkaian kerajaan yang didirikan pendatang yang kebanyakan berasal dari Cina. Konflik antara Korea Utara dan Selatan memiliki jejak sejarah yang panjang. Seperti yang terjadi pada banyak negara lainnya, termasuk Indonesia, akhir Perang Dunia II menggoreskan berbagai perbatasan baru. Di Korea, Uni Soviet dan Amerika Serikat membelah Korea menjadi dua, yang kemudian secara resmi membentuk Rakyat Demokratik Republik Korea Utara dan Republik Korea, dua sisi Korea yang kini terbelah di 38 derajat lintang utara –dan ini kenapa perbatasan antara kedua negara sering disebut sebagai ‘38th parallel’. Dalam dua tahun berikutnya, ketegangan antara kedua Korea ini terus meningkat. Pada tanggal 25 Juni 1950, militer Korea Utara menyeberangi perbatasan dan melakukan invasi atas Korea Selatan. Tindakan ini memulai Perang Korea yang berlangsung selama tiga tahun dan memakan korban sekitar dua ...

Lihat Selengkapnya...

Carla Bianpoen Eddy Susanto’s work for Art Stage Jakarta highlights occultism as a shared phenomenon between Java’s Joyoboyo prophecies of happenings to come and the hidden messages in Leonardo Davinci’s master piece The Last Supper. Occultism in this sense refers to the psychic or magical or secretive codes embedded in mathematical and astrological signs or inverted writing in Leonardo da Vinci’s work that Vatican researcher Sabrina Sforza Galitzia’s translation in 2010 claims to predict, among others, an apocalyptic flood that would sweep the globe from March 21 to November 4006. Occultism in the Javanese tradition is found in the Prophesies of Jayabaya which were chronicled in the book of Musasar dated 1749, composed by Prince Wijil I. The prophesies related to several eras until the end of time. While it is true that the issue of the end of the world pops up ever so often, Eddy Susanto chooses to link the Italian painter Leonardo DaVinci ...

Lihat Selengkapnya...