Sebuah loka bagi pegiat seni rupa. Tetapi tak seperti umumnya atelir, Padepokan Naga Air [PaNA] juga menjadi sebuah ruang bagi “warganya” untuk belajar seni rupa, membaca literatur, mempelajari dan mewarisi tradisi penulisan aksara-aksara arkais nusantara hingga dunia, serta mencipta karya-karya rupa. PaNA telah bergeliat sejak akhir 2007 dan telah menjadi ruang luas untuk mengembangkan karya.

Dalam kegiatannya, PaNA berada di antara posisi science dan art. PaNA menjadi padepokan yang menjembatani langkah-langkah penelitian [terutama sastra, sejarah dan kajian budaya] dengan penciptaan senirupa. Disinilah karya seni rupa yang diwadahi PaNA menjadi kulminasi kerja-kerja penelitian. Penciptaan ini akhirnya menghasilkan sebuah knowledge art, dimana karya tidak sekedar bermakna kuat secara visual, tetapi juga menampilkan kedalaman konseptual—yang menjadi basis pengetahuan—berdasar pada riset.

Disamping itu, PaNA juga memberikan akses pada peminat pelbagai pustaka seni dan pengetahuan lainnya, serta berusaha membangun sebuah komunitas belajar bagi masyarakat, hingga PaNA nantinya menjadi padepokan yang menaungi proses transfer pengetahuan bagi masyarakat luas.