Dalam bahasa Inggris, ‘writing’ merujuk kepada dua hal, yaitu sebagai kata benda (tulisan) dan sebagai kata kerja (menulis). Kegiatan menulis sehingga menghasilkan tulisan adalah proses pembentukan kata-kata pada sebuah media, sehingga lahirlah teks-teks.

Sejarah pun dimulai karena adanya rekaman tulisan dan keberadaan budaya manusia sebelum dikenal melalui tulisan mulai dari zaman prasejarah. Setelah itu adanya zaman sejarah diawali.

Defining the nation (Soekarno) | acrylic on wood | 200 x 150 cm

Seorang arkaelogis, Denise Schmandt Besserat, mengungkapkan bahwa ada hubungan antara koin-koin bersimbol (tokens) yang terbuat dari tanah liat–yang ditemukan pada kebudayaan kuno–dengan tulisan pertama (cuneiform). Token-token dengan simbol-simbol yang berbeda membuktikan bahwa ada kegiatan pencetakan dan tentunya membutuhkan beberapa simbol atau tanda. Oleh karena itu, bisa jadi token-token itulah prototipe pertama akan sebuah simbol teks.

Menulis, adalah salah satu bentuk budaya yang tercipta melalui proses-proses yang disebutkan. Penemuan lambang-lambang oral (huruf) yang bentuk akhirnya berupa tulisan, adalah suatu prestasi intelektual yang dicapai manusia dalam peradaban masyarakat klasik. Peralihan sistem komunikasi manusia dari tradisi oral ke tradisi menulis, sangat mempengaruhi percepatan perkembangan budaya dan perluasan informasi antar masyarakat dan antar generasi secara lebih otentik dan efektif. Akibat dari semua itu, tentunya –secara tidak langsung–, akan merubah tatanan budaya-budaya lainnya ke bentuk yang lebih baik dari masa-masa sebelumnya. Dengan demikian penemuan budaya tulisan dalam sistem budaya suatu masyarakat, tidak hanya akan menawarkan peningkatan dalam lapangan komunikasi saja, akan tetapi lebih jauh akan mempengaruhi aspek-aspek budaya manusia itu secara keseluruhan.

Defining the nation (RA Kartini) | acrylic on wood | 200 x 150 cm

Dapat dikatakan bahwa versi “formal” dari suatu sejarah adalah apa yang tertuliskan, meskipun terkadang apa yang masih lisan adalah yang lebih benar. Tulisan, terutama tulisan sejarah, adalah media yang penting untuk pembentukan identitas bangsa.

Tulisan, sangat terkait dengan Bahasa, dan Bahasa menunjukan Bangsa. Berdasar The New Oxford American Dictionary, definisi sebuah bangsa adalah sekelompok orang yang memiliki sejarah, budaya, bahasa, etnis bersama dan bisa diperdebatkan.

Satu hal yang dimiliki bersama oleh Indonesia adalah bahasa. Situasi geographis Indonesia yang menyebabkan sulitnya untuk terjadi percampuran budaya dan etnis, pengalaman sejarah pun tidak dirasakan bersama antar kelompok etnis. Bahasa Indonesia, yang dipakai oleh seluruh rakyat Indonesia, bisa menjadi kendaraan dalam pembentukan identitas bersama bangsa.

Defining the nation (Pramoedya) | acrylic on wood | 200 x 150 cm

Seperti perkembangan masanya, teks/tulisan diciptakan pada prosesnya melahirkan figur-figur perekam peristiwa yang permanen. Seperti dalam karya Defining The Nation ini, tiga tokoh Nasional mewakili masa dan konteksnya sebagai pembentuk identitas bangsa. R.A. Kartini sebagai pembawa pesan emansipasi perempuan, Soekarno sebagai tokoh pergerakan, dan Pramoedya Ananta Toer sebagai tokoh sastra. Mereka besar dari dan melahirkan teks/tulisan sebagai penanda atas petanda. Secara kebetulan tiga tokoh tersebut berasal dari Jawa, aikon pembangun peradaban melalui budaya menulis.

No comments yet.

Leave a Comment

All fields are required. Your email address will not be published.