Mata Hari Biographic #2 | Acrylic on Canvas | 154,5x250cm | 2012

Sekali waktu di museum Guimet Perancis, sebuah pertunjukan eksklusif digelar. Berlatar belakang patung Siwa, seorang perempuan menari setengah telanjang. Ia begitu sensual dan puluhan pasang mata kaum adam terperangah. Setelahnya, media tahu bahwa sang penari itu mengaku keturunan brahmana yang semenjak kecil terbiasa menari di depan candi Siwa, sebuah tarian mistis erotis yang tak pernah dilihat orang. Sang penari itu berjuluk Matahari.

Detail Karya

Ia lalu menghebohkan Eropa dengan tari erotisnya. Dan Jawa menjadi tempat yang memiliki andil besar dalam perjalanan dunia pertunjukan sang penari. Kala ia tinggal di Jawa, ia belajar mitologi Hindu dan juga seni tari jawa. ia begitu terobsesi. Ia serasa seorang Apsara yang begitu bahagia kala sanggup menari untuk para dewa. Sebuah tarian erotik yang mengingatkan ritual tari kaum yoginis tantra kiri di masa Kertanagara di abad 13 Masehi, di abad yang sama ketika dunia sufi dipenuhi dengan tarian mistis “The Whirling Dance” Jalaluddin Rumi.

Tujuh abad kemudian, dimana Eropa akan memasuki kecamuk perang dunia pertama, sang penari bernama Matahari itu begitu piawai menggabungkan tari erotis dan mistis. Jadilah ia tenar dari satu panggung ke panggung tari Eropa. Banyak orang mengenalnya dan banyak lelaki mendekatinya. Takdir hidup menjadikannya seorang courtesan, gundik bagi para petinggi beberapa negara Eropa. Awalnya ia bahagia tetapi politik peperangan di Eropa menyeretnya sebagai mata-mata. Banyak yang mengamininya tapi banyak pula yang meragukannya. Hingga kematian menjemputnya dan media masa dunia mengabarkan kisahnya.

Matahari lalu menjadi sebuah legenda, sosok perempuan gemulai dalam balutan tari mistis erotis nan klasik. Lalu jejak-jejak hidupnya terekam dalam budaya pop, banyak catatan visual menampilkan sosoknya. Dunia masih begitu mendambakan serta menyimpan rasa penasaran tentang sosok perempuan ini.

Biografis lalu menjadi salah satu prasasti Matahari. Merekam kembali jejak hidupnya secara runut. Sebuah kronik grafis matahari dalam imajinasi kontemporer, dimana sang penari hadir dalam headline media massa di setiap negara yang pernah ia singgahi. Sejak ia menghirup udara pertama kali di Belanda, berpetualangan ke dunia timur, nusantara, kembali ke Eropa menjadi penari di beberapa negara, hingga menghembuskan nafas terakhir di depan regu tembak di Perancis. Biografis mencatatkan semua titik-titik kehidupan krusial matahari.

Bagaimanapun merekam perjalanan matahari sebagai sosok perempuan penuh misteri sekaligus kontroversi dalam balutan media massa adalah upaya menafsirkan kehadiran matahari di masa kontemporer. Sebuah perjalanan menghadirkan matahari di masa lalu untuk menjadikan ikon baru di masa sekarang. Ia adalah matahari, “the eye of the dawn” dan dunia kotemporer masih mengingatnya, meski raganya telah hilang di telan bumi.

Mata Hari Biographic #1 | Acrylic on Canvas | 154,5x250cm | 2012

No comments yet.

Leave a Comment

All fields are required. Your email address will not be published.