Sutra Kama Sutra | Acrylic, phosphor colour on Canvas | 250x200cm | 2010

Kama Sutra merupakan kumpulan konsep erotis kuno India, pengetahuan dan kearifan akumulasi oleh ribuan pasangan asmara selama berabad-abad. Namun, dalam pemahamannya seringkali pengetahuan seksual tidak sesuai dengan realitas yang dipengaruhi oleh sejumlah besar mitos dan kesalahpahaman. Bahwa asumsi Kama Sutra hanya deskripsi dangkal dari puluhan pose dan teknik yang sangat kompleks.

Bahkan di dunia Barat, dianggap sebagai buku-buku referensi medis sehingga mereka cenderung hanya melihat seks sebagai sarana prokreasi, atau sebagai kesempatan untuk memenuhi naluri fisiologis yang rendah.

Sebaliknya, seksualitas di Timur awalnya dianggap sebagai fenomena yang kudus, dari hubungan antara laki-laki dan perempuan secara konsisten yang dijelaskan dalam bentuk yang sangat puitis sebagai bahasa cinta terkaya dari Timur yang menakjubkan. Ya, setidaknya untuk memulai dengan fakta bahwa dalam bahasa kita sejauh ini tidak ada kata-kata yang cocok untuk menggambarkan organ reproduksi. Kama Sutra sebagai risalah oriental lainnya menawarkan kita banyak judul puisi alegoris seperti cahaya penerang.

Kama Sutra mengajarkan bahwa tubuh manusia dianggap sebagai kuil dari jiwa, sebuah mikrokosmos alam semesta. Dalam konsep oriental kuno mistis, filosofis, yang dikenal sebagai Tantra, dalam tubuh manusia terdapat tempat semua elemen kehidupan – udara, udara, api, air dan tanah. Allah adalah Diri kita yang lebih tinggi, atau jiwa kita, yang kami layani melalui bait tubuh kita.

Karya ini merupakan representasi dari presentasi kitab Kama Sutra dalam bentuk verbal visual pada media kanvas dengan mempersoalkan historisitas peristiwa-peristiwa puncak masa lampau dalam konteks kekinian dalam semangat arsip yang tidak hanya dirayakan, tapi juga didokumentasikan agar mawas sudah sampai di mana jejak yang ditempuh dan agar ingatan tak mudah pudar.

Seperti yang di ungkapkan Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva:

“Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,

Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?”

Karya ini memiliki 2 sisi pandang. Sisi yang pertama karya dilihat dalam cahaya terang, maka akan tampak keseluruhan isi dari teks Kama Sutra yang terbaca. Sisi yang kedua, karya dilihat dalam gelap dengan lampu UV, maka akan tampak sebagian teks Kama Sutra yang membentuk 65 pose/teknik pasangan dalam bercinta.

No comments yet.

Leave a Comment

All fields are required. Your email address will not be published.