The Irony of Ruralism10+3 Project: Small Narrative PaintingsLa Liberté GiyantiThe Rhetoric of a Korean DreamOccultism In the beginning was the Word (2017)Kalatidha Towards Capitalism (2017)Madyapada Keabadian (2017)Mother “Candrarini of Durer” (2017)The Endless Knot (2017)

Carla Bianpoen Eddy Susanto’s work for Art Stage Jakarta highlights occultism as a shared phenomenon between Java’s Joyoboyo prophecies of happenings to come and the hidden messages in Leonardo Davinci’s master piece The Last Supper. Occultism in this sense refers to the psychic or magical or secretive codes embedded in mathematical and astrological signs or inverted writing in Leonardo da Vinci’s work that Vatican researcher Sabrina Sforza Galitzia’s translation in 2010 claims to predict, among others, an apocalyptic flood that would sweep the globe from March 21 to November 4006. Occultism in the Javanese tradition is found in the Prophesies of Jayabaya which were chronicled in the book of Musasar dated 1749, composed by Prince Wijil I. The prophesies related to several eras until the end of time. While it is true that the issue of the end of the world pops up ever so often, Eddy Susanto chooses to link the Italian painter Leonardo DaVinci ...

Lihat Selengkapnya...

Drawing Pen, Acrylic on Canvas | 400 x 125 cm "Pada mulanya adalah Kata". Ini frasa sederhana yang selalu digunakan oleh Sutardji Khalzoum Bachry sebagai pembuka kredo puisinya. Meskipun sesungguhnya "pada mulanya adalah Kata" sudah terucap lebih kurang dua ribu tahun yang lampau. Kalimat pendek itu ditulis pertama kali di dalam Alkitab. Display Karya Pada Abad ke-15, "The Last Supper", salah satu karya Leonardo da Vinci dispekulasikan mengandung pesan tersembunyi yang menyiratkan keinginan da Vinci mempelajari pengetahuan tersembunyi dari alam semesta untuk mengetahui masa depan. Da Vinci memulainya dengan “Kata”, sebuah ramalan yang dia ciptakan lewat simbol-simbol visual dalam karyanya dan tulisan-tulisan huruf terbaliknya. Slavisa Pesci, seorang ahli teknologi informasi, menciptakan efek visual yang menarik dengan menumpangkan versi cermin The Last Supper di atas yang asli. Hasilnya, dua figur mirip ksatria Templar terlihat di kedua ujung meja. Sementara seseorang yang diduga membawa bayi, berdiri di sisi Yesus. Elemen Karya Sementara Giovanni Maria Pala, seorang ...

Lihat Selengkapnya...

Hikayat Genji & Panji | Drawing pen, Acrylic on Canvas | 100 x 150 cm ( 4 panels) Adalah Murasaki Shikibu, seorang perempuan Jepang, penulis novel pertama di dunia yang dikenal dengan judul The Tale of Genji. Dalam buku The Pleasures of Japanese Literature, Keene mengklaim bahwa Murasaki menulis "adikarya fiksi Jepang" dengan mengambil unsur-unsur tradisi waka buku harian istana, dan Monogatari asal zaman sebelumnya, ditulisnya dalam campuran aksara Tionghoa dan aksara Jepang seperti dalam Putri Kaguya atau Hikayat Ise. Ia mengambil unsur-unsur serta mencampurkan gaya penulisan sejarah Cina, puisi naratif, dan prosa Jepang kontemporer. Cerita Hikayat Genji berlatar pada akhir abad ke-9 hingga awal abad ke-10, dan Murasaki menghilangkan unsur-unsur dongeng dan fantasi seperti sering ditemukan pada monogatari sebelumnya. Murasaki sukses mengemas tema utamanya yakni kerapuhan hidup. Menurut Helen McCullough karya Murasaki memiliki daya tarik universal dan berpendapat bahwa Hikayat Genji melampaui baik genre maupun zaman. Tema dasar dan latar, cinta di ...

Lihat Selengkapnya...