Aku ingin hidup seperti kupu-kupu berwarna-warni di bawah sinar matahari Kisah itu berawal dari Paris dan berakhir juga di Paris. Dia akbar di panggung hiburan dan berhenti di panggung pengadilan militer yang kaku serta kejam. Dia penari penghibur  yang berakhir tragis, seolah bertukar nasib dengan penerusnya—sang “penari pisang” Josephine Baker—yang menerima tiga penghormatan sekaligus: Croix de guerre, Medaille de la Resistance pemberian jenderal de Gaulle, serta Legion d’honneur warisan Napolen Bonaparte. Semua untuk Perancis. Di waktu yang berbeda mereka melakukan hal yang sama. Baker menjadi mata-mata sama halnya dengannya, menjadi penari eksotis yang masyur di Paris sama halnya dengannya. Tapi Baker menjadi muse abadi bagi para pengagumnya—dari Ernest Hemingway, sang don juan Pablo Picasso, hingga Christian Dior—sedang  dia terpuruk sepi dengan predikat menakutkan: femme fatale. Dialah Mata Hari, wanita paling sensasional seantero Eropa kala benua biru itu jatuh dalam masa gelap Perang Dunia Pertama awal abad keduapuluh . Mata Hari harus dikorbankan ...

Lihat Selengkapnya...