Negara Nagarakrtagama | Acrylic on Canvas | 100x350cm (8 panels) | 2009 (Indonesian Presidential Museum Collections) Di bawah naungan Ranamanggala, dalam kejayaan Wilwatikta dibawah kuasa prabu Rajasanagara yang telah senja, kawi Tantular menggubah kitab Purusadasanta (Sutasoma), dimana kali pertama kalimat bhineka tunggal ika tan hana dharma mangrwa didengungkan. Tantular mengabarkan secara tersirat bahwa segala kepercayaan di bawah naungan negeri Wilwatikta, saling hormat-menghormati dan hidup rukun. Segala macam ragam aliran yang ada kala itu hidup tenteram dalam lindungan sang prabu. Negeri yang berpusat di Majapahit itu menjadi mandala tumbuhnya peradaban agung. Negeri yang masyur ini lalu semakin sakral dalam Pararaton lewat ucap amukti palapa mpu Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa…”. Sejak ini, ucap sang patih amangkubhumi menjadi penguat kesadaran untuk membayangkan sebuah negara besar di masa lalu. Bayangan yang agung tentang Wilwatikta, tentang sebuah bangsa dan tentu saja tentang negara. Dan bukankan hibrida antara keduanya (negara dan bangsa) lahir—meminjam pemikiran Benedict ...

Lihat Selengkapnya...

City of God | Acrylic on canvas | 300x200cm | 2009 Peradaban modern menyiratkan bahwa sebuah kota adalah melting pot pelbagai kekuatan kapital. Sebuah ruang yang menyerukan kemerdekaan bagi penghuninya untuk mewujudkan keinginannya. Dalam tafsiran ideal, tentu pergerakan itu akan mengarah pada kekuatan kapitalis yang menguasai ruang-ruang publik dan konstruksi sosial masyarakat penghuninya. Dan perabadan maju ini, seperti ungkapan Nietzche, menisbikan moralitas. Toh kekuatan kapital telah memiliki ruang bebas untuk saling bersaing, saling menguasai demi kepentingan mereka untuk merekonstruksi sebuah peradaban modern, seliar apapun persaingan itu. Karya dalam cahaya UV Kapital global-lah yang merubah wajah peradaban, merubah tata ruang dan sosial sebuah kota, dimana kota menjadi simbol sebuah peradaban maju. Seolah dunia memiliki semangat yang tanpa letih terus bergerak dinamis. Sebuah semangat kapitalisme Max Weber yang mencerminkan gagasan dan kebiasaan yang menunjang pengejaran keuntungan ekonomi secara rasional. Proses ini mau tak mau akan melahirkan tatanan baru yang lagi-lagi memperlihatkan sebuah keserakahan, yang ...

Lihat Selengkapnya...