Detail Java of Durer #1 Semangat Renaisans telah mengubah pandangan budaya masyarakat Eropa. Saat itu, kebebasan individualistik telah mewabah di setiap alam pikir manusia di seantero benua biru hingga banyak orang berfikir bahwa manusia memiliki eksistensi yang lebih dari sekedar menanti akhirat. Satu pemikiran yang jauh berbeda dengan semangat jaman pertengahan, dimana nafas dunia barat dipengaruhi  semboyan memento mori. Semangat yang ditopang kaki-kaki kuat gereja Roma itu akhirnya runtuh. Dalam pola perubahan saat Rene Descrates mengucap tegas  cogito ergo sum (saya berfikir maka saya ada) itulah, para pemikir telah membumikan kembali manusia sebagai pribadi yang utuh dan memiliki peran luar biasa atas diri mereka sendiri juga terhadap gerak hidup dunia di sekelilingnya. Manusia telah kembali menemukan jati dirinya. Di masa awal Renaisans, budaya ikut memiliki peran signifikan dalam mempopulerkan perubahan. Albrecht Durer seniman bergaya Renaisans utara, dengan pola cukilan kayu, sebuah pola yang umum digunakan saat teks mulai disebarkan sebelum diruntuhkan oleh mesin ...

Lihat Selengkapnya...

"2012" | Acrylic and Phosphor colour on Canvas | 250x250cm | 2011 Codex Dresden, juga dikenal sebagai Dresdensis Codex, adalah sebuah buku Maya pra-Columbus abad kesebelas atau kedua belas dari Yucatecan Maya di Chichen Itza codex Maya. Diyakini salinan dari teks asli dari beberapa tiga atau empat ratus tahun yang lalu. Ini adalah buku tertua yang ditulis di Amerika oleh  sejarawan Johann Christian Götze, Direktur Perpustakaan Kerajaan di Dresden, naskah kuno itu dibeli dari pemiliknya di Wina pada 1739. Bagaimana naskah tersebut sampai ke Wina tidak diketahui. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa naskah tersebut dikirim oleh Hernán Cortés sebagai penghormatan kepada Raja Charles I dari Spanyol pada tahun 1519. Charles telah menunjuk Gubernur Cortés dan kapten wilayah Meksiko yang baru ditaklukkannya. Setelah di Eropa sejak itu, Götze memberikannya ke perpustakaan negara bagian Sachsen, Perpustakaan Royal di Dresden, pada tahun 1744. Perpustakaan naskah kuno itu pertama kali diterbitkan pada tahun 1848. Namun ...

Lihat Selengkapnya...