9 Mata Hari Centhini | Acrylic on Canvas | 100x250cm (9 panels) | 2012 Mata Hari dan Centhini layaknya dua elemen yang menyatu. Keduanya sama-sama memberi pandangan tentang makna perempuan serta ragam gerak tubuh tari Jawa. Gerak gemulai Mata Hari memberi gambaran sembilan watak manusia dan sembilan ragam tari Centhini. Detail Karya Angka sembilan diingat sebagai manifestasi tiga kuadrat suci yang memancarkan keindahan yang agung dan tinggi. Sembilan juga menjadi penanda watak angka yang nyaris sempurna dan memberi jalan bagi manusia untuk memahami karakter jiwa. Eneagram of personality mencoba memilah karakter manusia paling alami dalam sembilan bagian. Dari watak perfeksionis, penolong, ambisius, romantis, pemerhati, pencemas, petualang, pejuang, hingga watak pendamai. Semua manusia memiliki salah satu watak dalam eneagram of personality, bahkan dimungkinkah memiliki semuanya. Watak ini yang memberi petunjuk tentang esensi manusia di kehidupannya, tentang bagaimana manusia berinteraksi dalam ruang sosialnya, bagaimana seseorang menempatkan dirinya, sampai menyelami misteri hidup manusia. Hingga sastra klasik ...

Lihat Selengkapnya...

Mata Hari Kamasutra | Acrylic on Canvas | 154,5x250cm (2 panels) | 2012 Karya ini terdiri dari dua panel yang masing-masing berukuran 250x154,5cm yang saling berhadapan dengan media acrylic di atas kanvas. Ide dasar karya ini adalah mencoba mengkorelasikan antara pornografi pose-pose Mata Hari dengan teks Kamasutra (dalam bahasa Sanskrit) dari sisi kontroversinya. Karenanya secara visual karya menampilkan dua panel sebagai positif-negatif (balance) dengan lingkaran teks yang bersumbu pada titik simbolisasi sexual (V). Kamasutra menjadi penanda penting keterbutuhan tubuh manusia atas seks dan teks kuno itu menyiratkan secara gamblang bahwa insting seksual manusia adalah bagian [meminjam istilah Pasi Falk dalam The Consuming Body] dari “corporeality of the body”. Bahwa seks merupakan aktivitas tubuh manusia secara kodrati layaknya rasa haus dan lapar yang perlu pemenuhan. Itulah mengapa seks menjadi bagian penting dari kehidupan manusia dan kamasutra menjadi panduan paling nyata tentang aktivitas seksual manusia. Sutra ini memuat rangkaian ritual seksualitas yang vulgar. 1250 ayat ...

Lihat Selengkapnya...

Mata Hari Biographic #2 | Acrylic on Canvas | 154,5x250cm | 2012 Sekali waktu di museum Guimet Perancis, sebuah pertunjukan eksklusif digelar. Berlatar belakang patung Siwa, seorang perempuan menari setengah telanjang. Ia begitu sensual dan puluhan pasang mata kaum adam terperangah. Setelahnya, media tahu bahwa sang penari itu mengaku keturunan brahmana yang semenjak kecil terbiasa menari di depan candi Siwa, sebuah tarian mistis erotis yang tak pernah dilihat orang. Sang penari itu berjuluk Matahari. Detail Karya Ia lalu menghebohkan Eropa dengan tari erotisnya. Dan Jawa menjadi tempat yang memiliki andil besar dalam perjalanan dunia pertunjukan sang penari. Kala ia tinggal di Jawa, ia belajar mitologi Hindu dan juga seni tari jawa. ia begitu terobsesi. Ia serasa seorang Apsara yang begitu bahagia kala sanggup menari untuk para dewa. Sebuah tarian erotik yang mengingatkan ritual tari kaum yoginis tantra kiri di masa Kertanagara di abad 13 Masehi, di abad yang sama ketika dunia sufi ...

Lihat Selengkapnya...

Labadiou | Drawing-pen, Acrylic on Canvas | 200 x 200 cm | 2012 Karya ini terkonsep dari korelasi peta Batavia Karl Baedeker di Leipzig pada 1914 yg dibentuk dari teks Bujangga Manik dalam bahasa dan huruf sunda kuno yang ditulis dengan drawing-pen di atas background acrylic di atas kanvas. Latar belakang penciptaan karya mengacu pada sejarah awal abad kedua Masehi, seorang ahli bumi Yunani Purba—Claudius Ptolemaeus—menorehkan catatan kartografi dunia purba dalam buku Geographike Hyphegesis. Disebutkan sebuah pulau bernama Labadiou di ujung timur dunia dan sebuah kota berjuluk Argyre di ujung kulon pulau itu. Banyak tafsir yang menyebut bahwa Labadiou merujuk nama Sanskrit Yawadwipa (Jawa). Detail Karya Yang menarik, pelbagai aktivitas manusia di Labadiou menjadi sebuah siklus perputaran akan pencarian tempat ideal untuk kehidupan. Sebuah siklus dari barat kembali ke barat yang seolah menjadi laku lelana seorang pangeran Pakuan Pajajaran saat menjelajahi Labadiou dari barat kembali ke barat di awal abad 16 Masehi hingga ...

Lihat Selengkapnya...

Kronik Soekarno | Acrylic on Canvas | 100x300cm (10 panels) | 2012 6 Juni 1901_Soekarno lahir pada hari Kamis Pon dengan nama Koesno Sosrodihardjo dari pasangan Ida Ayu Rai Srimben dengan Raden Soekemi Sosrodihardjo . Ia lahir di daerah padat dan teratur yaitu gang Lawang Seketeng, Peneleh, kota Surabaya. Daerah ini terletak di timur kota, tepat di sebelah barat kuburan Eropa kerkhoflaan menghadap bagian timur kali Mas. Dua minggu sebelum Koesno lahir, gunung Kelud meletus dahsyat. Mitos Jawa mengabarkan bahwa gunung meletus selalu dihubungkan dengan hadirnya pemimpin besar. Seperti catatan Mpu Prapanca dalam kakawin Desa Warnnana bahwa gunung Kampud—nama kuno gunung Kelud—juga meletus saat Hayam Wuruk lahir di kedaton Majapahit tahun 1334. 1907_Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung. Ketika itu, Soekarno bersekolah di Sekolah Bumiputera, sekolah rendah untuk rakyat yang disebut juga Inlandische School. Juni 1911_Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) Mojokerto dan ditempatkan di kelas ...

Lihat Selengkapnya...