Pawukon, sebagai kalender Jawa yang perhitungannya didasarkan secara matematis, menjadi salah satu simtem penanggalan masa lalu yang masih digunakan hingga saat ini. Sebuah sistem penanggalan yang disepakati untuk menandai elemen waktu. Meskipun perhitungannya tidak semata didasarkan pada revolusi Bumi mengelilingi Matahari seperti kalender solar atau revolusi Bulan mengelilingi Bumi seperti kalender lunar, keabsahan kalender Jawa dianggap memiliki keistimewaan. Karena memadukan sistem penanggalan Islam, penanggalan Hindu, dan penanggalan Julian yang identik dengan Gregorian. Sistem ini pada awalnya digunakan oleh Kesultanan Mataram sesuai dekrit Sultan Agung. Namun pada tahun 1855 Masehi masih dianggap tidak memadai sebagai kriteria sistem tanam pertanian, maka kalender yang berdasarkan konstelasi bintang di musim tanam yang disebut sebagai 'Pranata Mangsa', regulasi musim, pernah dimodifikasi dan disempurnakan oleh Sri Mangkunegara IV untuk digunakan secara resmi.   The Javanese Calendar Life Time | old teak wood, metal | 200 x 50 x 200 cm   Dalam pemaknaan Jawa, bahwa tidak ada hari-hari penting seperti ...

Lihat Selengkapnya...