The Ill-Assorted Couple atau The Offer of Love adalah salah satu karya Albrecth Durer yang bertema tentang “wanita” dibuat antara tahun 1495-1496. Karya ini mengisahkan betapa dunia perdagangan di akhir Abad Pertengahan juga merambah pada perdagangan seks (prostitusi). Di gambarkan oleh Durer adegan seoerang tentara bayaran tua tengah bernegosiasi dengan seorang wanita penghibur muda yang cantik. Seks sebagai komoditi seolah tengah ditawarkan kepada penawar tertinggi dalam transaksi kepada yang mampu membayar tanpa mengenal lagi apa yang tengah dijunjung tinggi masalah etika di masa renaissance. Centhini of Durer | 180 x 180 cm Penggambaran ini menjadi fakta realita apa yang terjadi pada dinamika masa yang kita kenal sebagai periode kebangkitan intelektual yang terjadi di Eropa, khususnya di Italia sepanjang abad ke 15 dan ke 16. Abad ketika alam pikiran di kungkung oleh Gereja. Pada zaman itu berbagai gerakan bersatu untuk menentang pola pemikiran abad pertengahan yang dogmatis, sehingga melahirkan suatu perubahan revolusioner ...

Lihat Selengkapnya...

9 Mata Hari Centhini | Acrylic on Canvas | 100x250cm (9 panels) | 2012 Mata Hari dan Centhini layaknya dua elemen yang menyatu. Keduanya sama-sama memberi pandangan tentang makna perempuan serta ragam gerak tubuh tari Jawa. Gerak gemulai Mata Hari memberi gambaran sembilan watak manusia dan sembilan ragam tari Centhini. Detail Karya Angka sembilan diingat sebagai manifestasi tiga kuadrat suci yang memancarkan keindahan yang agung dan tinggi. Sembilan juga menjadi penanda watak angka yang nyaris sempurna dan memberi jalan bagi manusia untuk memahami karakter jiwa. Eneagram of personality mencoba memilah karakter manusia paling alami dalam sembilan bagian. Dari watak perfeksionis, penolong, ambisius, romantis, pemerhati, pencemas, petualang, pejuang, hingga watak pendamai. Semua manusia memiliki salah satu watak dalam eneagram of personality, bahkan dimungkinkah memiliki semuanya. Watak ini yang memberi petunjuk tentang esensi manusia di kehidupannya, tentang bagaimana manusia berinteraksi dalam ruang sosialnya, bagaimana seseorang menempatkan dirinya, sampai menyelami misteri hidup manusia. Hingga sastra klasik ...

Lihat Selengkapnya...

KAPAL layar SS Prinses Amalia bersandar di Batavia pada 1897. Dari sana, turunlah seorang perempuan cantik bertubuh jangkung, Margaretha Geertruida Zelle. Saat itu, dia belum dikenal sebagai Mata Hari, mata-mata perempuan paling menggoda dalam sejarah spionase.Dia masih ibu dari seorang bayi dan istri dari Kapten Rudolph MacLeod, tentara Belanda yang ditugasi di Hindia Belanda. Dari Batavia, keluarga kecil MacLeod menuju Ambarawa, lalu pindah ke Malang. Di kota itu, Mata Hari mempelajari budaya pribumi, mitologi Hindu, dan tari tayub serta makin berminat belajar tari tradisional dan Siwa. Dua tahun kemudian, dia menyusul suaminya ke Medan. Taufik Rahzen, pengamat budaya yang sering menjadi kurator beberapa pameran seni rupa, memperkirakan pada masamasa itulah Mata Hari berkenalan dengan Serat Centhini, yang sering dianggap sebagai Kama Sutra versi Jawa. Perjumpaan Mata Hari dengan naskah Centhini itu lantas diangkat Eddy Susanto, perupa dari Gelaran Naga Air Yogyakarta, dalam pameran tunggal "Mata Hari Centhini" di galeri Lawangwangi Creative Space, Bandung, ...

Lihat Selengkapnya...