Bayangkan, dunia tanpa pintu. Tak akan ada pengetahuan yang datang dan tak ada yang akan pergi. Segala hal tentang hidup dan kehidupan akan gelap. Dalam falsafah jawa, pintu adalah gerbang tujuan hidup manusia – sangkan paraning dumadi — keharmonisan, kesejahteraan dan kedamaian. Sebagai simbol keseimbangan dan keberlanjutan hidup. Kala makaranya sebagai simbol cinta antara ibu dan anak. Selain itu juga tanda tentang jalan ke sorga, naik turunnya roh nenek moyang dalam keabadian. Madyapada Keabadian | Mix Media | 200 x 210 x 40 cm Mitologi keabadian di Jawa tertuang dalam naskah Jawa Kuno Adiparwa tahun 998 Masehi sebagai naskah tertua di Tanah Air tentang mitologi gerhana. Dalam Bab VI Adiparwa disebutkan, seorang raksasa (Betara Kala) yang merupakan anak Sang Wipracitti dan Sang Singhika berubah wujud menjadi dewa dengan meminum Tirta Amerta. Sang Hyang Aditya (Dewa Matahari) dan Sang Hyang Candra (Dewa Bulan) yang mendahului ulah raksasa pun mengadukannya kepada Dewa Wisnu. ...

Lihat Selengkapnya...

Seperti sejumlah tema lain yang berhubungan dengan kehidupan Kristus dan Bunda Maria, karya-karya The Holy Family menjadi sangat populer pada akhir Abad Pertengahan sebagai inspirasi melalui perenungan aspek emosional dari kisah Bible. Bahkan paling sering digambarkan dalam karya lukis di era Renaissance. Salah satunya karya Albrecht Durer tahun 1495, The Holy Family With The Butterfly. Namun, Dürer memilih untuk tidak mengejar setiap adegan menjadi ambigu atau emosional. Meskipun nampak sederhana, karyanya sangat sempurna mengasumsikan kehadiran pola dasar humanisme. Bahwa pendekatannya untuk tema ini dikondisikan oleh pengalaman pribadi. Dürer tidak punya anak sendiri, tetapi kita tahu bahwa ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ibunya, Barbara Dürer. Mother "Candrarini of Durer" | Acrylic on Canvas | 150 x 150 cm Pada abad ke-15, di Eropa angka kelahiran dan angka kematian bayi sangatlah tinggi. Keadaan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Dürer hingga membentuk pemahamannya tentang hubungan khusus antara ibu dan anak. Karakter karya Durer tentang ...

Lihat Selengkapnya...

See in lay for detail http://eddysu.com/karya/7-java-of-durer-series-2016/ Pengantar Dalam catatan Mankind and Mother Earth Toynbee, seluruh Itali bukanlah satu-satunya loka tumbuhnya budaya modern karena wilayah Flanders muncul dan menjadi magnet kedua dari bersinarnya kebudayaan barat (Eropa). Salah satunya, di antara laut Adriatik dan laut Utara, Nuremberg menjadi pusat budaya. Di sanalah, Albrecht Durer berkarya sejaman dengan Michelangelo dan Raphael. Ia memang menjadi seniman besar yang menjadi tandingan seniman-seniman Itali . Durer menjadi seniman Renaisans Utara yang (juga) memberikan nuansa religius serta misterius dalam karya-karyanya layaknya Leonardo da Vinci. Tujuh karya-karya (Durer) ini diangkat kembali lalu ditafsirkan dalam sakralitas aksara, naskah (babad tanah Jawi) dan pemahaman akan angka 7 dalam lokalitas Jawa sehingga tampilan sakralitas Durer secara visual bermakna juga membuka pemahamaan makna sakralitas dalam kultur Jawa.   Artstage Jakarta 2016 7 Java of Durer ini mengkorelasikan karya-karya Albrecht Durer dengan aksara bahasa Jawa yang dipertemukan dalam titik sacred script, texts and numbers. Aksara jawa carakan memiliki ...

Lihat Selengkapnya...
Erasmus of Rotterdam dan Wali JawaFour Naked Women and mitologi perempuan JawaKnight Death and the Devil dan Ksatria JawaRest on the Flight into Egypt dan Kisah Tumenggung MayangRhinoceros and kisah dari negeri ujung kulonSamson Rending the Lion and suksesi kuasa JawaThe Landscape with the Cannon and pangeran Sabrang LorReimagining the javan Rhino

Lihat Selengkapnya...

The Book of Hours of Nagarakrtagama | acrylic on canvas, wood, mp3 player | 180 x 291 cm http://eddysu.com/karya/the-book-of-hours-series-2015/ Syair menjadi sebuah fenomena identitas diri, yang dikirim  melalui berbagai bentuk dan keberadaannya di berbagai media. Salah satu bentuk paling umum dalam penggunaan identitas untuk mengungkapkan apa yang mungkin dapat digambarkan sebagai sebuah perasaan pengalaman bersama, yang memungkinkan pemirsa untuk membayangkan pengalaman dan emosi narasi tanpa banyak kendala. Bagai sebuah keajaiban, identitas syair yang digunakan untuk menentukan dirinya, juga menunjukkan kapasitasnya yang hampir merevolusi dalam setiap periode sejarah. Bahkan di Eropa barat munculnya budaya kontemplasi telah merevolusi selama lima belas abad. Kebudayaan ini tentang pengabdian pada kesedihan, untuk mendekatkan manusia dalam keilahian yang terkait dengan emosi dan dapat diakses melalui meditasi.   Detail karya: Book of Hours of Pararaton   Pada perkembangannya, diterbitkanlah kitab-kitab sebagai buku panduan perenungan (Book of Hours) yang digunakan individu secara pribadi untuk mengaktifkan emosi, dengan kata lain, memungkinkan pengalaman transendensi dalam menemukan ...

Lihat Selengkapnya...