Dunia, termasuk di dalamnya adalah masyarakat Jawa, pada saat ini ibarat berada di persimpangan jalan. Di satu sisi harus berhadapan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi, di sisi lain dihadapkan pada kondisi budaya yang menuntut tetap ditegakkannya jatidiri. Perkembangan jaman yang begitu cepat, mampu menyeret kehidupan manusia, merubah pola pikir dan pola hidup menjadi realistik berlebihan, pragmatik, materialistik, hedonik, dan liberal kapitalistik. Manusia menjadi tidak terkendali dan cenderung mengkhalalkan segala cara dalam meraih tujuan. Menjadi kaya lebih dari yang lain, popularitas melebihi popularitas lain. Kondisi seperti inilah yang digambarkan Ranggawarsita di dalam Serat Kalatidha yang dikenal sebagai jaman edan atau jaman kalabendu, jaman yang penuh bebendu. Orang bisa berbuat apa saja semaunya karena aturan sudah tidak ada fungsinya, rurah pangrehing ukara, dan tidak ada keteladanan pemuka dan pimpinan masyarakat, karana tanpa palupi. Instalasi karya pada Artstage Singapore 2017 Tanda-tanda perkembangan dan globalisasi tersebut, tampaknya seperti adanya tanda-tanda yang ...

Lihat Selengkapnya...