Acrylic on Canvas, 200 x 200 cm Maraknya Transhumanisme di kalangan kaum intelektual Eropa saat ini sebenarnya telah ada antitesisnya sejak tahun 1300-an saat puisi epik Dante Alighieri muncul menjadi salah satu karya sastra terbesar dunia dalam literatur Italia. Bahkan konsep imajinatif akhirat Dante mempengaruhi pandangan gereja pada abad 14 kemudian. Inferno, bagian pertama dari puisi epik Divine Comedy Dante Alighieri abad ke-14 yang mengisahkan perjalanan Dante melalui neraka, dipandu oleh penyair Virgil Romawi kuno. Neraka digambarkan sebagai sembilan lingkaran penderitaan yang terletak di dalam bumi; itu adalah "alam ... orang-orang yang telah menolak nilai-nilai spiritual dengan menyerah kepada kerakusan, kekerasan, atau dengan menyesatkan akal manusia untuk penipuan dan kejahatan terhadap sesamanya." Sebagai kiasan, Divine Comedy merupakan perjalanan jiwa menuju Tuhan,  Inferno menggambarkan pengakuan dan penolakan terhadap dosa. Sekaligus menasbihkan, bahwa keabadian hidup di dunia yang selalu menjadi impian manusia sebagai bagian dari sifat keserakahan, adalah hal yang fana. Pada tahun 1506, seorang ...

Lihat Selengkapnya...